Arsip untuk Desember, 2013

Assalamualaikum

Beberapa hari yang lalu sekitar jam 7 pagi waktu saya lagi enak-enaknya menikmati udara pagi tiba-tiba hp berbunyi, ternyata teman saya sebut saja P yang minta temenin buat ganti knalpot. Nah lo knalpot apaan ini? Walah jebule knalpot CB bos, jadi blar-blar dong motornya :mrgreen: . Info aja si P ini biasanya pakai suzuki thunder 250 knalpot bobokan. Oke deh janjian jam setengah 10 ke rumahnya buat bawa motor dan knalpot ke tukang knalpot.

Skip pokoknya saya udah siap berangkat ke rumah P dengan motor tersayang. Sampai sana ternyata sang thunder sudah disiapkan berikut knalpot racing bocor thunder yang siap dikorbankan buat diambil lehernya.

thunder

knalpot yang jadi tumbal karena bocor :D

knalpot yang jadi tumbal karena bocor 😀

Lanjut gas ke tukang knalpot Risma di Jalan Tanjung Raya, Manisrejo. Langsung dekerjain deh, berikut prosesnya :
1. Lepas knalpot satandar dari motor
2. Potong knalpot racing yang jadi tumbal, potong antara leher dan silencernya
3. Pasang leher knalpot racing yang sudah dipotong ke motor
4. Cocok kan dan perkirakan knalpot CB dengan leher knalpot
5. Las, jadikan satu kedua bagian :mrgreen:
6. Bikin dudukan knalpot
7. Selesai, suzuki thunder siap blar blar 😀

Tempat eksekusinya, sayang pak nya nggak ikut ke foto. Malah temen saya wkwk

Tempat eksekusinya, sayang pak nya nggak ikut ke foto. Malah temen saya wkwk

Berikut rincian dana kalau mau bikin motornya blar blar :
1. Knalpot CB = Rp.128.000,-
2. Biaya bikin knalpot = Rp.75.000,-
3. Mur baut ukuran 12 buat dudukan = Rp,1000,-
4. Knalpot racing bocor = Rp.???,-

Jadi total buat bikin motor kamu blar blar adalah Rp.204.000,- nggak termasuk knalpot racing bocor buat leher nya loh tapi ya 😀 .
Hasilnya? cukup bikin suara thunder ini jadi blar blar tapi nggak bisa se-blar blar CB asli. Nggak terlalu keras kaya CB dan masih terdengar suara khas thunder. Buat sisi visual knalpotnya cocok dengan body thunder kok, jadi lumayan laah :mrgreen: .
Setelah selesai kami semua pulang deh 😀 .

sebelum

before

sesudah

after

vidionya

Nice bike isn’t it? :mrgreen:
Sayangnya kotor..

Sekian dari saya semoga bermanfaat
Maaf kalau banyak kurangnya karena masih belajar
Salam dari madiun kota gadis

Wassalamualaikum

Iklan

Assalamualikum

Halo semua kali ini mau bahas tentang knalpot nih. Nah beberapa minggu lalu ninja 250 dirumah dikembalikan jadi standar. Copot undertail diganti spakbor standard lagi dan copot knalpot racing ganti knalpot standar lagi. Ada perbedaannya nggak? Ada  lah, akibat adanya spakbor kalau hujan air nggak muncrat sampai jok boncenger (memang fungsinya wkwk) dan kalau dipakai riding suara jadi sunyi senyap, perbedaannya jauh banget mungkin karena knalpot racing yang saya pakai termasuk bersuara gahar dan keras walau sudah pakai DB killer sekalipun (two brothers tepatnya) sedangkan knalpot standar ninja nggak ada suaranya malah yang kedenger suara mesinnya wkwk 😆 . Akibat dari knalpot juga tarikan jadi kurang ‘plong’, agak nahan beda kayak waktu pakai knalpot racing. 🙂

hanya ilusrasi semata :mrgreen:

hanya ilustrasi semata :mrgreen:

Setelah memakai dua jenis knalpot tersebut (standar dan racing) menurut saya ada positif dan negatifnya masing-masing. Nah ini perbandingan positif dan negatifnya (subjektif dari saya 🙂 ) :

Positif Knalpot Racing (berisik)
1. Tenaga yang otomatis terdongkrak, performa motor jadi lebih mantab baik diputaran bawah sampai atas (utamanya atas mantab banget bos.
2. Sebagai speaker dari deru mesin 2 silinder yang terdengar merdu, apalagi waktu rpm tinggi bikin ketagihan betot gas hehe.
3. Suara yang keras bikin para pengendara motor lain waspada. Apalagi knalpot ini kenceng banget suaranya jadi ya pasti pengendara motor lain waspada.

Negatif Knalpot Racing (berisik)
1. Suara yang berisik bikin saya agak sungkan kalau naik motor. Nggak enak sama pengendara lain, apalagi sama tetangga kalau saya pas pulang malam.
2. Bisa kena Pak Polisi kalau didaerah saya (Madiun), soalnya ada oprasi zebra, musimnya razia.

Positif Knalpot Standar (senyap)
1. Suara yang kalem bikin nyaman riding karena nggak jadi perhatian waktu jalan (mau nggak mau kalau pakai knalpot racing pasti jadi pehatian soalnya kedengar suaranya dulu 😀 ). Nggak sungkan sama pengendara lain dan terutama tetangga (maklum rumah di kampung mepet-mepet *nggak ada jarak antar rumah). Bisa ngobrol santai nggak perlu teriak-teriak kalau lagi bawa boncenger atau pas riding bareng teman.
2. Bebas razia, asal nggak ngelanggar lalu lintas dan komponen lainnya lengkap ya

Negatif Knalpot Standar (senyap)
1. Tenaga yang berkurang dibandingkan dengan memakai knalpot racing.
2. Deru mesin 2 silinder nggak kedengaran, bisa kedengaran kalau motornya di dekatin itupun nggak merdu beda sama knalpot racing.
3. Karena knalpot standar yang kelewatan senyap jadi ya bikin pengendara-pengendara lain nggak waspada apalagi body motor ini cukup besar. Pernah kejadian waktu saya mendahului motor lewat jalur kanan. Pas saya tepat di samping kanannya eh motornya ikut ke kanan juga mau nyalip pengendara didepannya. Untung dari arah berlawanan sepi kendaraan coba kalau rame ya nggak tau deh gimana.

images

Nah itu dia penilaian saya tentang knalpot standar ninja dan knalpot racingnya.
Kesimpulan : Untuk harian saya prefer ke knalpot standar, karena kesannya nggak mendominasi dijalan dan emang lebih ramah di telinga sendiri maupun pengendara lain. Tapi kalau pakai knalpot standar harus lebih waspada, dikarenakan suara yang senyap pengendara lain kadang nggak aware sama keberadaan kita. Untuk touring atau perjalanan jauh saya lebih prefer ke knalpot racing, karena suaranya yang bikin waspada pengendara lain. Apalagi musuhnya kan kendaraan-kendaraan besar gitu. Oh iya juga karena mendongkrak power biar lebih responsif walaupun konsekuensi bakal lebih boros.
Nah kalau mau pakai knalpot racing buat harian, cari saja knalpot racing yang nggak terlalu berisik 😀 banyak kok. Jujur saya sebagai pengendara bakal kesel kalau dengar suara knalpot yang berisik banget, nggak enak didengar pula. Apalagi kalau naiknya ugal-ugalan.

Isi artikel ini subjektif penilaian dari saya, yah beda orang kan beda watak juga. 🙂

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat
Maaf jika banyak salah
Salam dari Madiun Kota Gadis

Wassalamualaikum

Assalamualikum

Halo semua, telat nih sebenarnya kalau bahas Pulsar 200NS tapi jarena baru ketemu motornya dari dekat ya dibikin artikel aja nggak ada salahnya 😀 . Kemarin waktu saya ngirim paket ke JNE Madiun Jalan Trunojoyo ketemu sesosok motor yang masih jarang bersliweran di Kota Madiun, yup sesuai judul yaitu Pular 200NS. Walaupun hitungannya masih jarang bersliweran tapi kebetulan saya cukup serig lihat waktu sliweran :mrgreen: (pie to mbulet wkwk). Baru pernah ketemu warna hitam doff dan kuning tapi itu waktu motornya jalan. Nah yang di JNE itu diem dan saya parkir tepat disamping motor 3 busi ini hehe.

bajaj

Gagah, Keren, Besar dan Tinggi!

Nah itu kata-kata pertama kali yang saya bayangkan saat melihat motor ini dari dekat. Beneran bos kalau dilihat langsung, jauh lebih ganteng daripada foto-fotonya yang bersebaran di internet. Di lihat dari seat heightnya vario sebelah kelihatan pendek banget tuh wkwk, apa lagi kalau dibandingan sama old cbr keliatannya jauh deh jaraknya. Buat saya yang punya tinggi standard bagi seorang remaja (terakhir ngukur 169,5cm tapi itu kelas 10, semoga sekarang tambah tinggi wkwk) kelihatannya bakal jinjit deh kalau naik Pulsar 200NS 😀 .

Intinya nggak kalah keren sama saudara beda ibu beda ayah dari Jepang nya yaitu Kawasaki Z250. Tapi masih kalah keren dari saudara beda ibu beda ayah dari Eropa nya yaitu KTM Duke 200 :mrgreen: IMHO.

Mau tahu lebih dalam tentang Pulsar 200NS? monggo searching tentang motor ini karena sudah banyak blogger senior yang review. Kalau mau ketemu langsung yah monggo ke dealer Kawasaki di kota anda masing-masing. Ingat bukan dealer Bajaj lho ya 🙂 .

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat
Jika ada kesalahan saya mohon maaf karena tak ada manusia yang sempurna
Salam dair madiun kota gadis

Wassalamualaikum

Assalamualaikum

Halo semuanya udah lama nggak nulis artikel nih. Sebenarnya banyak yang pingin saya tulis tapi apa daya kok kalau sudah hadapan sama layar laptop mood bikin artikel jadi hilang. Dengan dibuka artikel ini semoga saya bisa balik rajin lagi bikin artikel hehe.

Oke belakangan ini saya terkagum-kagum dengan seekor motor sport 250cc berfairing. Bukan Yamaha dengan sosok prototype R25, bukan Honda dengan CBR dual headlampnya, bukan kawasaki yang sudah lama me-launching produk 250cc barunya dan bukan brand Jepang lain yang berlalulalang dipasar Indonesia. Bukan juga brand Eropa, Triumph dengan Daytona 250. Serta pastinya bukan brand Korea, Hyosung dengan GT250 nya. Saya terkagum-kagum dengan brand yang saya sendiri belum tau asal-usulnya yaitu Minerva, dengan Megelli 250 RE dan RV nya!

Minerva_Sachs_Megelli_250_RE_RV_red-1Belakangan ini di Madiun saya beberapa kali ketemu sama Minerva Megelli warna kuning, dan pasti kalau lewat jadi sorotan mata (peka banget kalau ketemu roda 2 langka dijalanan wkwk) :mrgreen:. Nah karena itu saya akhirnya coba searching cari informasi lebih lanjut tentang Megelli di kaskus dan ketemulah thread serba-serbi Minerva Megelli Gen2 di kaskus. Baca-baca deh hmm motor setelah baca-baca dapat saya simpulkan motor ini sebenarnya high performance lho dan mesinnya bandel tergantung perawatannya aja gimana. Yah tiap produk ada pros sama cons masing-masih lah :).
Dan ada satu posting yang membuat saya kagum, bikin nyengir. Monggo simak aja

Posted by HRDesign
Dyno New Megelli

Bru MIG sekalian……

sy baru melakukan komparasi dyno test antara megelli 250 RE dengan CBR 250R.

kondisi adalah sbb :

1. Dyno dilakukan di tempat yang sama, dengan mesin dyno yang sama pula
2. Hp dan Torsi yang dicatat adalah ” on crank ” bukan ” on wheel ” perhitungan dengan simulasi rumus yang sudah di input ke dalam komputer
3. Kondisi Megelli masih baru ( standard ) sedangkan CBR 250 udah dipakai 4000km dengan modifikasi knalpot yoshimura karbon dan piggyback computer
4. Megelli dan CBR sama sama menggunakan oli baru dan dalam kondisi sehat

hasil dyno ini cukup membanggakan dimana megelli yg dianggap underdog ternyata dapat menghasilkan horsepower dan torque yang melebihi CBR 250

semoga berguna sebagai referensi untuk agan2 semua….

salam
Hendro – Minerva Malang

2874421_20131101104754
Pada Dyno test terlampir diatas CBR 250R mencapai tenaga max 24.374 HP/rpm dan torsi max 22.05 NM/rpm. Sedangkan Megelli 250RE mencapai tenaga max 25.097 HP/rpm dan torsi max 24.70 NM/rpm. Nah lo Megelli lebih tinggi hasilnya. Kondisi motor dijelaskan pada posting agan di kaskus diatas. Hebat juga ya ternyata Megelli yang seperti ‘nggak dianggap’ dalam persaingan motor 250cc bisa membuktikan bahwa Megelli pantas diperhitungkan.

2874421_20131101104744

cbr 250

cbr 250

Saya bikin artikel ini sudah dapat perseujuan dari agan HRDesign yang melakukan testing. Tapi ingat ya hasil dyno tsb adalah untuk keperluan testing dan tuning ( tidak untuk menjelekkan produk tertentu ).

Kesimpulannya : Jangan pandang sesuatu dengan sebelah mata! (berlaku dalam hal apa saja loh ya)
Buat orang-orang yang ingin meminang Megelli kuatkan lah hati dan tekat. Kalau emang sudah bulat ambil aja hehe :mrgreen:.

Yah sekian dari saya semoga bermanfaat. Ingat hasil dyno tsb adalah untuk keperluan testing dan tuning ( tidak untuk menjelekkan produk tertentu ) oke
Salam dari Maidun Kota Gadis :mrgreen:

Wassalamualaikum